Selasa, 15 April 2014

Badandang, Layang-layang Tradisi Banjar


Badandang ialah jenis permainan tradisional masyarakat khas banjar pasca panen (kemarau) hingga menjelang musim penghujan. Biasanya layang-layang tersebut ditambahkan bunyi-bunyian dari bambu (kukumbangan/dangung), salah satu hal yang uniknya adalah "Kukumbangan" tersebut warisan/amanah dari kakek buyut mereka hingga mencapai puluhan tahun.


Main layang-layang dandang ini tidak bisa dilakukan seorang atau dua orang saja, soalnya layangan ini berukuran lebih besar dari layangan biasa. “Untuk ukuran kecil saja biasanya panjangnya mencapai 1,5 meter dan lebar 1 meter, sedangkan ukuran yang besar bisa mencapai 10 meter. Apalagi berat sebuah layangan dandang bisa mencapai 10 kilogram hingga 30 kilogram lebih dengan rangka badan yang terbuat dari kayu ulin dan diberi buntut yang panjang. Jadi untuk mengangkat dan memainkannya hingga mengudara dibutuhkan kerjasama dan gotong-royong dari semua pemain untuk bisa menaikkan layang-layang dandang tersebut. Itu letak seninya bermain layang-layang dandang,” .



Untuk membuat layang-layang ini dibutuhkan beberapa bahan seperti kayu ulin, kayu belangiran, plastik, tali nilon untuk mengikat, dan lem. Pertama-tama dibuat dulu rangka badannya menggunakan kayu ulin dan belangiran. Setelah itu barulah rangka badannya ditempeli dengan plastik. Karena ukurannya besar, terpaksa disambung dengan lem plastiknya. Setelah selesai dandang tadi diberi buntut dari sarung yang disambung atau spanduk sepanjang 5 meter hingga 7 meter,”. Setiap layang-layang yang dibuat diberi nama berbeda, ada yang dinamai Datu Pamulutan, Independen, dan lain sebagainya.



Lokasi yang dipilih adalah pematang sawah, yang sudah usai masa panen. Semakin luas areal pematang sawahnya semakin bagus.“Bedandang ini bertujuan untuk mengumpulkan para pecinta dandang yang datang dari berbagai kalangan dan usia dari Tapin dan HSS. Soalnya bedandang ini hanya ada di 2 kabupaten itu saja di Kalimantan Selatan, yang sudah diwariskan turun-temurun oleh para orang tua kita dulu dan kita lestarikan hingga saat ini,”.



Apalagi kalau dandangnya sudah mengudara tinggi, ditambah bunyi dengungan yang nyaring, membuat pemain dandang merasakan kenikmatan tersendiri dari permainan yang sudah ada sejak zaman dulu ini, Sama halnya dengan dengungan yang terbuat dari batang bambu yang sudah berumur puluhan tahun yang dipasang di layang-layang dandang.



Salah satu peserta yang bernama Dani menuturkan Dengungan ini merupakan warisan dari para orang tua mereka. Dan uniknya lagi dengungan ini tidak boleh disentuh apalagi sampai dipegang oleh perempuan yang sedang haid, pamali kata orang. “Dulu pernah ada kisah dari orang tua kami, ada seorang perempuan yang sedang haid memegang dengungan ini eh saat layangan dinaikkan, dengungannya tidak berbunyi lagi, padahal dengungan itulah yang menjadi ciri khas dari layang-layang dandang tersebut. Dan kamipun mematuhi larangan tersebut sampai sekarang dan tidak berani melanggarnya,” terang Dani.


Disebutkan Dani, setelah usai menaikkan layang-layang dandang, dengungan pun dilepas dan disimpan di dalam wadah khusus yang dibuat dari kain. “Agar dengungan ini awet hingga berumur puluhan tahun, saat disimpan diberi merica agar tidak berbubuk.



Resep ini kami dapatkan dari para orang tua kami yang kami pakai hingga sekarang. Layang-layang dandang boleh berganti setiap tahunnya, tapi dengungannya tetap menggunakan warisan para orang tua kami. Kami ingin tetap melestarikan tradisi para orang tua kami hingga ke anak cucu kami nanti, soalnya kami bisa makin rakat mufakat satu-sama lainnya dengan layang-layang dandang ini. Kalau di kampung dandang ini bisa mengudara selama 2 hari dua malam dengan bunyi dengungannya yang khas,” kata Dani.

Sumber :
https://www.facebook.com/kaos.hymunk/media_set?set=a.2389327341685.133231.1505903375&type=3
http://www.radarbanjarmasin.co.id/

Rabu, 14 Agustus 2013

MInyak Zaitun

MInyak Zaitun

Rasulullah Saw. Bersabda, “Makanlah zaitun dan minyaki rambutmu dengan minyak zaitun karena minyak Zaitun dibuat dari pohon yang diberkati”.

Pohon zaitun disebut sebagai pohon yang diberkahi. Hal ini disebutkan sebanyak 6 kali dalam Al Qur’an dan Allah Swt. Memuji pohon zaitun sebagai pohon yang diberkati. Dalam Surah An-Nuur ayat 35, minyak zaitun digambarkan sebagai bahan bakar bagi kemunculan cahaya Allah Swt. Meski puncahaya disini dimaksudkan petunjuk ke jalan yang lurus dan bukan cahaya Allah Swt. yang disulut dengan minyak zaitun, ayat ini menunjukkan keutamaan minya kzaitun. Dalam surah At-Tin ayat 1, Allah Swt. bersumpah demi pohon tin danpohon zaitun. Ayat ini kian memperkuat keutamaan zaitun.

Ibnu Qayyim Aljauziah menurut riwayat Alqama menyebutkan sabda Rasulullah Saw., “Inilah minyak zaitun , makanlah dan minyakilah tubuh kalian karena zaitun bisa mengobati ambient”. Riwayat lainnya menyebutkan sabda Rasulullah Saw., “ Inilah minyak zaitun, dari pohon yang diberkahi, berkhasiat menyembuhkan anal fissure,”. Menurut riwayat Abu Nu’aim dari Abu Hurairah, Rasulullah Saw.Berkata, “ Makanlah minyak zaitun dan minyakilah badanmu dengannya, karna zaitun mengobati 70 macam penyakit, termasuk lepra”.

Dengan keutamaan zaitun yang disebutkan dalam Al Qur’an, ta kheran apabila buah zaitun mengandung banyak manfaat. Para ahli menemukan kandungan omega-3 yang tinggi serta asam lemak tak jenuh dalam minyak zaitun.Kandungan ini dapat merawat dan melindungi kerusakan pada pembuluh darah dan jantung sehingga mampu melindungi tubuh dari penyakit jantung koroner.

Khasiat minyak zaitun telah diteliti dan dibuktikan oleh berbagai ahli. Publikasi majalah Cancer Cases Control pada tahun 1995melaporkan adanya antithesis antara risiko kanker payudara dengan konsumsi minyak zaitun secara teratur. Publikasi ini selaras dengan hasil penelitian Dr.Hassan Syams Basa, seorang dokter ahli penyakit dalam da jantung Saudi Arabia.Ia melaporkan bahwa minyak zaitun menurunkan risiko kanker payudara dan kanker rahim pada wanita.

Penelitian lain pada penduduk yang mengonsumsi minyak zaitun disuatu wilayah Yunani juga menunjukkan, wanita pengonsumsi minyak zaitun memiliki kecenderungan menderita kanker payudara dan kanker ovarium 26% lebih kecil dari yang tidak mengonsumsinya. Dalam bidang kosmetika, minyak zaitun terbukti dapat menghaluskan kulit, menjaga elestisitas kulit, mencegah rambut rontok serta  membuat rambut sehat,bercahaya, dan kuat.

Khasiat lain dari zaitun adalah mencegah keracunan, membantu pencernaan, mengontrol parasit yang berada di usus, menguatkan gusi dan gigi,serta mengatasi alergi. Konsumsi acar buah zaitun dapat meningkatkan nafsumakan dan mencegah sembelit.

Para wanita dianjurkan untuk meminum minyak zaitun secara rutin dan menggunaknnya untuk memasak. Namun, perlu diingat, penggunaan minyak zaitun sebagai minyak goreng tidak lebih aman daripada minyak kelapa. Hal inidisebabkan, minyak zaitun akan berubah sifat seperti minyak kelapa saatdipanaskan. Gunakan api kecil untuk memasak dengan minyak zaitun. Api besarakan merusak struktur dan menghilangkan manfaat minyak zaitun.

Pohon zaitun bisa ditemui di beberapa Negara, sepert iPalestina, Yunani, Portugal, Spanyol, Turki, Italia, Afrika Utara, Aljazair,Tunisia, Meksiko, Peru dan Australia bagian selatan. Umumnya, tinggi pohon zaitun bisa mencapai 3 meter. Daunnya berwarna hijau terang dan indah,sedangkan buahnya berwarna biru keunguan cerah. Rasa buahnya lezat seperti adarasa logamnya sehingga agak sedikit aneh jika dimakan langsung. Di Eropa, buah zaitun diolah sebagai acar yang diawetkan dengan menggunakan cuka. Selain itu,minyak zaitun juga dikenal sebagai bahan pengawet ikan dan sarden.

(dr. Mohammad Ali Toha Assegaf, dari bukunya : Sehat PintarIslami Lebih dari 250 Panduan Sehat Berdasarkan Petunjuk Nabi Muhammad Saw.)


Sponsor :

Minat  Minyak Zaitun ‘ALIYAH PALESTIN’. Minyak zaitun dalam kapsul, klik aja

https://www.facebook.com/photo.php?fbid=10200718602099851&set=a.1146522735672.2022916.1005645478&type=1&theater

Atau minat zaitun buat kecantikan, dan perawatan rambut dll , yakni Minyak zaitun botol " Le Rich" Massage Olive Oil klik aja :

https://www.facebook.com/photo.php?fbid=10200718659341282&set=a.1146522735672.2022916.1005645478&type=1&theater

Jintan Hitam ( Habbatus sauda’)


“Hendaklah kau menggunakan jintan hitam karena sesungguhnya padanya terdapat penyembuhan segala macam penyakit, kecuali kematian”
(HR. Bukhari dan Muslim)


Jintan hitam disebut sebagai obat segala penyakit karna mujarab dalam mengatasi berbagai masalah kesehatan.Dari penelitian terbaru, jintan hitam diketahui sebagai biji-bijian yang kaya kandungan asam lemak tak jenuh , antioksidan, dan berbagai bioflavonoid. Melalui berbagai mekanisme tertentu, jintan hitam dapat membantu meningkatkan kekebalan tubuh. Di samping itu, ratusan penelitian telah menunjukkan manfaat jintan hitam dalam menyembuhkan berbagai macam penyakit. Jintan hitam bersifat panas dan kering pada derajat tiga sehingga cocok untuk membakar kelebihan lemak atau obesitas yang mempunyai sifat dingin dan basah.

Jintan hitam atau Nigella Sativa ditemukan di sebuah areal pemakaman Tutankhamen di Mesir. Menurut sejarah, Nigela sativa memiliki peran penting dalam praktik pengobatan Mesir Kuno dan dipakai oleh para dokter pribadi Firaun sebagai minyak dan salep.Karena khasiatnya yang dirasakan secara nyata, tanaman yang semula tumbuh liar di Negara-negara Mediterania ini pun dikembangkan sebagai obat di berbagai Negara, seperti Arab, Mesir, Suriah, Afrika Utara, India, dan Negara Asia lainnya .


Biji Nigela sativa berukuran kecil dan pendek (1-2 mm), berwarna hitam , berbentuk trigonal, serta memiliki rasa yang kuat dan pedas, seperti lada. Rasa, bau, dan bentuknya sangat khas. Dalam bahasa Arab disebut habbatus sauda’ yang artinya biji hitam.

Tumbuhan jintan hitam bisa berkembang biak sendiri. Oleh karena itu, bijinya menyimpan sel-sel benih yang memberi manfaat bagi pria dan wanita. Biji disimpan dalam kapsul buah yang akan membuka jika kapsul buah sudah matang. Kemudian, warna bijinya akan berubah menjadi hitam karena teroksidasi oleh udara. Jadilah ia biji jintan hitam,habbatus sauda’, black seed, atau black cumin. Orang Arab, Mesir, dan Siam juga menyebutnya habbah albarokah.

Jintan hitam mengandung monosakarida rhamnose, xylose, dan arabinose, serta nonstarch  polisakarida yang merupakan sumber serat.Kandungan 15 asam aminonya terdiri atas 8 asam amino esensial yang dibutuhkan tubuh, termasuk arginin dan vitamin karatenoid. Asam amino esensial ini sangat penting bagi tubuh , tetapi tubuh tidak bisa membentuknya. Selain itu, jintan hitam juga mengandung kalsium, zat besi, potasium, asam lemak esensial takjenuh (omega-3 dan omega-6), serta bioflavonoid yang bermanfaat sebagai antioksidan.

Berbagai penelitian telah dilakukan untuk mengungkap khasiat dari habbatus sauda’. Dibawah ini adalah beberapa khasiat dan manfaat habbatus sauda’.

1.      Sebuah penelitian di Yaman memberi harapan bagi pengobatan HIV/AIDS karena manfaat habbatussauda’ yang dapat meningkatkan kekebalan tubuh.
2.      Habbatu sauda sebagai anti alergi karena kandungan antihistamine-nya yang cukup tinggi.
3.      Sebuah percobaan laboratorium menunjukkan habbatus sauda’ dapat menghancurkan sel-sel abnormal sehingga diperkirakan dapat berkhasiat sebagai antitumor dan antikanker. Namun,khasiat ini masih diteliti lebih lanjut.
4.      Habbatus sauda’juga berfungsi sebagai antibakteri. Oleh karena itu, habbatus sauda’ dapat digunakan dalam pengobatan akibat infeksi bakteri, seperti E.coli, V. Cholera.Dan spesies Shigella yang bisa menyerang saluran cerna maupun saluran kencing.
5.      Khasiatnya sebagai antiperadangan sangat bermanfaat bagi penderita arthritis, radang kulit, maupun radang paru.
6.      Ibnu Sina dalambukunya, Qanuun Fith Thiib, menyebutkan manfaat habbatus sauda’ untuk memperlancar aliran energi dalam tubuh dan memulihkan stamina seseorang yang baru sembuh  dari sakit.
7.      Ibnu Qayyim dalam bukunya, Ath-Thibbun Nabawiy, menjelaskan khasiat habbatus sauda’ dalam membantu pengobatan bronkhitis, cacingan, jerawat, sakit menelang haid, serta meningkatkan produksi air liur.
8.      Professor G.Rietmuller, Direktur Institut Imunologi dari Universitas Munich, Jerman, telah meneliti habbatus sauda’ dan menyimpulkan manfaatnya sebagai immunomodulator.
9.      Dr. Ahmad El-Qadidari Islamabad, Pakistan dan Dr. Usaman Qandil dari Florida, AS menyimpulkan bahwa konsumsi 1 g habbatus sauda’ sebanyak 2 kali sehari akan meningkatkan daya tahan tubuh terhadap penyakit secara bermakna. Hal ini juga memberikan harapan kemungkinan penggunaan habbatus sauda’ sebagai obat bagi penderitakanker, HIV/AIDS, lupus, dan penyakit gangguan terhadap kekebalan tubuh lainnya.
10.   Dr. Peter Schleicher, seorang pakar imunologi dari Munich, Jerman, menyimpulkan secara emperik tentang keberhasilan habbatussauda’ dalam menyembuhkan 420 orang dari 600 orang sukarelawan penderita alergi.
11.   Peneliti di AS melaporkan temuannya terhadap sifat antikanker pada habbatus sauda’.
12.   Professor Michael Meurer dari Klinik Dermatologi Munichdi Jerman menemukan manfaat habbatus sauda sebagai antiperadangan dan obat neurodermatitis atau gatal pada kulit akibat stress.
13.   Penelitian lain menunjukkan manfaat habbatus sauda’ dalam menanggulangi penyakit depresi sumsum tulang belakang , yaitu menurunnya kemampuan sumsum tulang untuk memproduksi sel-sel darah merah ,meningkatkan pembentukan interferron, serta memperpanjang usia sel-sel darah normal dari perusakan oleh virus. Habbatus sauda’ juga diyakini mengandung lebih dari 1000bahan obat yang berkhasiat dan bermanfaat terhadap beragam jenis penyakit.


Habbatussauda’ tersedia dalam beragam bentuk yang siap dikonsumsi, seperti minyak dan serbuk dalam kapsul. Minyak Habbatus sauda’ sangat dianjurkan bagi pengobatan penyakit kulit , persendiaan, dan pencernaan. Minyak habbatus sauda’ yang baik kualitasnya beraroma sangat khas, yaitu pahit-pedas. Jika dirasakan, akan meninggalkan sedikit rasa getir pedas dan bau harum yang melekat pada mulut selama beberapa jam.


Minyak habbatus sauda’ sangat baik digunakan pada penderita dengan sindrom dingin karena sifatnya sifatnya yang panas. Pada pengobatan gangguan pencernaan,habbatus sauda’ dapat diminum , kecuali pada penderita lambung sensitif karena dikhawatirkan akan menyebabkan mual. Minyak habbatus sauda’ juga digunakan padaeksim basah. Pada infeksi hidung, gunakanlah sebagai obat tetes setelah dicampur minyak VCO atau minyak zaitun dengan perbandingan 1:3, satu bagian minyak habbatus sauda’ , dan tiga bagian minyak zaitun atau VCO.

(dr. Muhammad Toha Ali Assegaf, dalam bukunya : Buku Pintar Sehat Islami)

# Sponsor : Berminat dengan Jintan Hitam silakan klik tautan berikut :

https://www.facebook.com/photo.php?fbid=10200504875356816&set=a.1146522735672.2022916.1005645478&type=3&theater

Selasa, 26 Maret 2013

HIKAYAT DAYAK & BANJAR VERSI URANG BANUA


Dari Legenda suku Melayu Tua (Dayak) ini disebutkan bahwa terdapat lima kelompok besar yang dipimpin Lima bersaudara yaitu Abal, Anyan, Aban, Anum dan Aju. Kelima bersaudara ini sangat sakti, bijaksana dan berwibawa. Menurut cerita suku Dayak Tua, kelima saudara ini titisan dari Dewa Batara Babariang Langit, yaitu : titisan Dewa Batahara Sangiang Langit. Batara Babariang Langit kawin dengan Putri Mahuntup Bulang anak dari Batari Maluja Bulan dan Melahirkan Maanyamai, dan Maanyamai beristri dan istrinya melahirkan anak bernama Andung Prasap Konon sangat sakti. Dan membangun Negeri Nan Marunai (Nan Sarunai) kemudian Andung Prasap beristri anak Raja menggaling Langit dan melahirkan kelima saudara tersebut di atas. Kelima saudara inilah kelak menjadi cikal bakal suku Dayak di pulau Kalimantan. Mereka mengembara ke pelosok pulau Kalimantan, konon si Abal ke daerah Timur menurunkan suku Aba, Anyan ke daerah Selatan menurunkan suku Manyan, Aban ke daerah Barat menurunkan suku Iban, Anum ke Utara menurunkan suku Otdanum dan Aju ke daerah Tengah menurunkan suku Ngaju. Dan mereka diberi pitua :” Tabu/ dilarang bacakut papadaan apalagi bermusuhan, karena mereka satu daerah satu nyawa, menurut pitua Nenek Moyang mereka mengatakan (pitua) terkutuk apabila bakalahi satamanggungan.

Dari cerita silsilah keturunan Dayak tersebut adalah Anyan anak nomor dua menurunkan suku Maanyan yang mengembara ke daerah selatan mempunyai 10 orang anak yang dikenal dengan sebutan “cucu urang 10” yaitu Luwa, Pahi, Alai, Wangi, Sari, Aju, Burai, Buun, Kutip dan Asih. Mereka ini adalah cikal bakal penduduk Kalimantan Selatan, sebagian ke daerah Barito Selatan dan Timur (Kalteng) serta ke daerah Pasir (Kaltim). Luwa menjadi cikal bakal urang Kalua, Pahi jadi cikal bakal urang Mahi, Alai menjadi cikal bakal urang Birayang (HST), Wangi menjadi cikal bakal urang Mawangi (HSS), Sari menjadi cikal bakal urang Masari/Marga Sari (Tapin), Aju menjadi cikal bakal urang Biaju, Burai menjadi cikal bakal urang Maburai (Tabalong), Buun menjadi cikal bakal urang Mabuun dan Warukin, Kutip menjadi cikal bakal urang Makutip dan Asih menjadi cikal bakal urang Masih (Alalak).

Ketika era dinasti ke-12 Mesir Purba (1991-1782 SM). Di dalam catatan yang ditulis oleh Amenii (penulis Mesir Purba bagi hikayat ini) ada menceritakan kisah seorang pelaut yang terdampar di sebuah 'pulau ajaib'.Pulau itu dikenali sebagai Punt dan rajanya ialah 'The King of Serpent.Yang menariknya, Punt adalah pulau dan bukan tanah besar,dan ini menolak teori Punt sebagai Somalia,Sudan atau sebagainya di Afrika.Aneh,kerana semua hikayat Mesir mengenai Punt menegaskan ia adalah PULAU dan bukan tanah benua, namun sebagian para pengkaji masih mengaitkannya dengan negeri-negeri Afrika. Walaupun bukti kapur barus untuk mengawetkan mayat para Firaun diyakini datang dari Sumatera,namun dalam kajian Punt ini, mereka tidak percaya kapal-kapal Mesir mampu mengarungi keganasan Lautan Hindi.

Kajian penulis (Srikandi) mendapati Punt adalah Borneo pada hari ini setelah nama purba Borneo adalah slang Latin kepada 'Brunei'.Jadi Borneo sebenarnya adalah Pulau Brunei.Apabila mendapati rekod purba China menyebut Brunei sebagai Poni atau Puni maka penulis yakin bahawa orang Mesir Purba juga memanggil Brunai/Borni sebagai PUNI. Jadi sekitar Tahun 1991- 1782 SM telah ada Kerajaan Dayak.
                                                                                                                       

Pada abad ke-5 M berdiri sebuah kerajaan di Kalimantan Selatan bernama Kerajaan Tanjungpuri. Berdirinya kerajaan ini bermula penaklukan  Sriwijaya keatas Kerajaan Dayak Dinasti Parahu (Punt) yang berpusat di Puni (Brunai sekarang). Raja Puni menyerah kalah tanpa apa-apa perlawanan. Puni dijadikan pelabuhan naungan untuk mengawal perdagangan rempah dan hasil bumi Kalimantan dan Visaya (Filipina). Sebelum itu maharaja mengarahkan raja Puni menundukkan lanun-lanun di Sulawesi dan Sulu yang mengganggu perdagangan penting Sriwijaya. Selepas menundukkan lanun-lanun, maharaja tidak menghukum mereka secara drastik, tetapi menjadikan lanun-lanun itu supaya bekerja dengan orang-orang Melayu. Hasilnya,setiap jeneral-jeneral laut Sriwijaya memiliki tentera-tentera sendiri dari kalangan Orang Laut, Bajau, Bugis, Sulu dan puak-puak Visaya. Para Imigran Melayu yang mempunyai kebudayaan lebih maju dibanding penduduk lokal pada masa itu mendirikan perkampungan kecil di daerah pesisir sungai Tabalong. Para imigran tersebut berbaur bahkan melakukan perkawinan dengan penduduk setempat yakni suku Dayak. Hasil dari perpaduan antara suku Melayu dan Dayak itulah yang akhirnya menjadi cikal bakal Suku Banjar. Semakin lama perkampungan di pesisir sungai Tabalong itu semakin ramai sehingga akhirnya menjadi sebuah kerajaan kecil bernama kerajaan Tanjungpuri (diperkirakan terletak di kota Tanjung sekarang).

Keturunan Anyan dari anaknya Masari mendirikan kerajaan Candi Laras di Margasari (Kab. Tapin sekarang) pada Tahun 678 M. Bukti keberadaan Kerajaan Candi Laras adalah Tulisan di Prasasti “Kedukan Bukit” yang terdapat di kota Palembang bertahun 605 Saka/ 683 M berhuruf Pallawa. Isi tulisan “Daputra yang mengadakan perjalanan suci dengan perahu dari Minanga Tamwan membawa dua laksa tentara menuju timur”. Bukti lainnya adalah Prasasti Batung Batulis yang ditemukan di kompleks Candi Laras Margasari bertahun 606 Saka. Isi tulisannya adalah “Jaya Sidda Yatra” yang artinya perjalanan Ziarah. Menurut Arkeologi Nasional prasasti tersebut berasal dari Sriwijaya. Jadi dua buah prasasti tersebut mempunyai keterkaitan karena memiliki kesamaan yaitu berhuruf Pallawa. Prasasti Kedukan bukit bertahun 605 Saka yang merupakan Tahun keberangkatan dari Sriwijaya dan Prasasti Batung Batulis bertahun 606 Saka yang merupakan Tahun kedatangan di Candi Laras Marga Sari, merupakan hal yang logis sebab perjalanan waktu itu mungkin saja mencapai setahun dari Sriwijaya ke Candi Laras di Pulau Kalimantan. Sehingga menghapus mitos selama ini yang mengatakan bahwa Candi laras didirikan oleh Ampu Jatmika asal Keling pada Tahun 1387 M. Bukti lainnya lagi adalah ditemukannya Patung Buddha dipangkara, patung tersebut dikenal sebagai azimat keselamatan bagi pelaut Sriwijaya yang beragama Buddha. Jadi sebenarnya yang datang ke Candi Laras di Marga Sari itu adalah rombongan dari kerajaan Sriwijaya pada Tahun 683 M.

Pada Tahun 1309 M orang-orang Maanyan mendirikan sebuah Kerajaan bernama Nan Sarunai. Kerajaan Nan Sarunai ini konon lanjutan dari periode sebelumnya dimana dahulu pernah berdiri juga kerajaan Nan Marunai (Nan Sarunai) oleh lima orang bersaudara yang merupakan leluhur orang Dayak di Kalimantan. Pada periode kedua ini Nan Sarunai didirikan oleh Japutra Layar. Nan Sarunai sendiri berasal dari kata Marunai = memanggil dengan suara nyaring, Sarunai = menyaru dengan suara seperti suling, Nai = Seruling (dalam bahasa arab/melayu tua) sehingga dapat di artikan bahwa Nan Sarunai adalah rakyat yang gemar bermain musik/bernyanyi. Kerajaan Nan Sarunai ini rakyatnya sangat makmur disebabkan mereka melakukan perdagangan sampai ke Sumatera, Jawa, Sulawesi bahkan sampai ke Madagaskar. Barang dagangan yang mereka bawa keluar antara lain kayu besi, getah, damar, rotan, madu lebah hutan dan lain-lain. Rakyat kerajaan nan Sarunai ini menganut kepercayaan Kaharingan.

Pada masa itu kerajaan Majapahit di pulau Jawa sedang berusaha menancapkan kekuasaannya di seluruh Nusantara. Adalah Maha Patih Gajah Mada (1313-1364) seorang mangkubumi terkenal Majapahit yang melakukan sumpah saat diangkat menjadi Mangkubumi Kerajaan pada Tahun 1336 M di masa kekuasaan Ratu Tribhuwana Tunggadewi (1328-1350) dikenal dengan “Sumpah Palapa” yaitu sebuah tekad untuk mempersatukan seluruh Nusantara di bawah kekuasaan Majapahit. Ambisi Maha Patih Gajah Mada berlanjut sampai Prabu Hayam Wuruk (1350-1389) naik tahta.

Salah satu kerajaan incaran Majapahit untuk ditaklukkan adalah kerajaan Nan Sarunai dan kerajaan Tanjungpuri. Pada masa itu dua kerajaan ini merupakan wilayah perdagangan yang ramai, rakyatnya hidup makmur bahkan diceritakan dinding-dinding Istana kedua kerajaan ini berlapis emas sebagai tanda kemakmuran. Maha Patih Gajah Mada mengutus seorang panglima handalnya untuk memata-matai kedua kerajaan ini yaitu Laksamana Nala, seorang berdarah Melayu asal Melaka yang mengabdi kepada kerajaan Majapahit. Atas hasil penyelidikan Laksamana Nala akhirnya Majapahit mengetahui kelemahan kedua kerajaan ini, sehingga pada Tahun 1356 M Majapahit mengirimkan ekspedisi militer pertamanya ke kerajaan Nan Sarunai sebagai batu loncatan untuk selanjutnya menyerang Tanjungpuri. Serangan pertama ini mengalami kegagalan sebab kerajaan Nan Sarunai bersatu dengan kerajaan Tanjungpuri dalam menghadapi serangan Majapahit.

Tersebutlah dalam legenda lima orang panglima Tanjungpuri yang terkenal ketika membantu kerajaan Nan Sarunai menghadapi serangan Majapahit yaitu Panglima Alai, Panglima Tabalong, Panglima Balangan, Panglima Hamandit dan Panglima Tapin. Kelima orang panglima ini merupakan lima bersaudara dimana si bungsu yaitu Panglima Hamandit dan Panglima Tapin adalah saudara kembar. Mereka berlima anak dari Datu Intingan yang terkenal dalam legenda masyarakat di pegunungan Meratus. Datu Intingan adalah saudara dari Datu Dayuhan mereka berdua ini masih keturunan dari legenda Dayak Maanyan “cucu urang 10” dimana salah satu anak dari Datu Anyan yaitu Datu Alai (Alai Tua) menetap di wilayah Birayang (Meratus) yang menurunkan Datu Dayuhan dan Datu Intingan. Datu Intingan kawin dengan para Imigran Melayu dan mempunyai lima orang putera yang sekarang menjadi Panglima di Kerajaan Tanjungpuri.

Setelah gagal dalam ekspedisi pertama, Majapahit kembali mengirim ekpsedisi militer kedua pada Tahun 1358 M. Ekspedisi kedua kali ini dipimpin langsung oleh Laksamana Nala dengan membawa dua kali lipat pasukan dari ekspedisi pertama. Dalam rombongan pasukan besar ini terdapat juga pasukan khusus Majapahit yang terkenal yaitu pasukan “Bhayangkara”. Pada ekspedisi kedua ini pasukan Majapahit berhasil menaklukkan kerajaan Nan Sarunai, bahkan Raja Nan Sarunai yang bergelar Datu Tatuyan Wulau Miharaja Papangkat Amas serta Ratu yang bergelar Dara Gangsa Tulen gugur dalam peperangan. Peristiwa itu oleh orang Maanyan dikenal dengan istilah “Nan Sarunai Usak Jawa”. Konon Raja Nan Sarunai di bunuh oleh Laksamana Nala dengan sebuah tombak sakti di dalam sebuah sumur tempat persembunyiannya. Laksamana Nala adalah seorang panglima terhebat Majapahit di masa itu, karirnya dimulai dari menjadi prajurit pasukan khusus kerajaan yaitu pasukan Bhayangkara. Setahun sebelum ekspedisi militer kedua ke Tanah Borneo yaitu pada Tahun 1357 M, Laksamana Nala terlibat dalam “Perang Bubat” melawan pasukan Pajajaran mendampingi Maha Patih Gajah Mada. Perang ini terjadi akibat kesalah pahaman di antara kedua pasukan. Dalam perang tersebut Prabu Lingga Buana Raja Pajajaran beserta seluruh pengawalnya terbunuh, karena menghadapi pasukan Majapahit yang berkali-kali lipat lebih banyak, melihat ayahnya terbunuh anak Prabu Lingga Buana yang bernama Putri Dyah Pitaloka bunuh diri, padahal Putri Dyah Pitaloka ini rencananya hendak di lamar oleh Prabu Hayam Wuruk. Akibat dari peperangan ini hubungan Maha Patih Gajah Mada dengan Prabu Hayam Wuruk menjadi terganggu, dan juga mengakibatkan permusuhan yang berkepanjangan antara orang Sunda dan Majapahit, konon tak satu pun daerah di Sunda (Jawa Barat) menggunakan nama berbau Majapahit.

Setelah berhasil menaklukkan Nan Sarunai pasukan Majapahit bergerak menuju Tanjungpuri namun pasukan Majapahit mendapati perlawanan yang hebat dari pasukan dan rakyat Tanjungpuri terutama dari lima orang panglima kerajaan yang terkenal tersebut. Setelah berhari-hari berperang akhirnya kedua pasukan sepakat untuk berdamai dan tidak melanjutkan peperangan. Pasukan Majapahit kembali ke pulau Jawa dengan kekecewaan mereka tidak sanggup lagi melanjutkan peperangan karena sebelumnya sudah kelelahan berperang menghadapi kerajaan Nan Sarunai, sedangkan pihak Tanjungpuri mengalami kehancuran dimana-mana Infrastruktur kerajaan banyak yang rusak. Akibat dari peperangan tersebut kerajaan Tanjungpuri menjadi lemah, perdagangan yang dahulu ramai menjadi sunyi karena para pedagang takut untuk singgah di pelabuhan ketika mendengar ada peperangan.

Sebagai tanda terima kasih kepada lima orang Panglima kerajaan, Raja Tanjungpuri memberikan kelima orang Panglimanya wilayah kekuasaan. Panglima Alai di daerah Batang Alai, Panglima Tabalong di daerah Batang Tabalong, Panglima Balangan di daerah Batang Balangan, Panglima Hamandit di daerah Batang Hamandit dan Panglima Tapin di daerah Batang Tapin. Raja Tanjungpuri sendiri akhirnya memindahkan pusat kerajaan ke daerah Kuripan (Amuntai) karena kota raja sebelumnya (Tanjung) banyak mengalami kehancuran akibat diserang Majapahit. Lambat laun nama Tanjungpuri semakin terlupakan dan lebih dikenal dengan sebutan baru yaitu Kuripan. Kekuasaan kerajaan Kuripan melingkupi daerah yang sama dengan kekuasaan kerajaan Tanjungpuri.

Pada Tahun 1387 M seorang bangsawan kediri dari Keling (dulunya daerah kekuasaan Sriwijaya di India yang menjadi wilayah Majapahit) melakukan ekspedisi ke tanah Borneo, pertama-tama mereka menaklukkan kerajaan Candi laras di Marga Sari. Ekspedisi ini di pimpin oleh Empu Jatmika, di bantu oleh dua orang putranya yaitu Lambungmangkurat dan Mandastana. Dalam rombongan itu juga turut serta Pasukan Bhayangkara di bawah pimpinan Hulubalang Arya Megatsari dan 1000 tentara Majapahit di bawah pimpinan Tumenggung Tatah Jiwa. Empu Jatmika sendiri sebenarnya adalah seorang buronan politik masa lalu Majapahit. Karena Empu Jatmika adalah keturunan bangsawan kerajaan Kediri yang merupakan musuh kerajaan Singosari (leluhur Majapahit) di masa lalu. Setelah berhasil menguasai Candi Laras Empu Jatmika mendirikan kerajaan Negaradipa dan diangkat sebagai kepala pemerintahan dengan gelar Maharaja di Candi. Dengan bantuan Majapahit akhirnya Negaradipa menjadi kerajaan yang kuat. Namun demikian sebagai timbal baliknya Negaradipa menjadi Negara bagian Majapahit atau dikenal dengan istilah “sakai”. Walau Negaradipa cukup kuat tapi untuk menyerang kerajaan Kuripan masih berpikir dua kali karena walau bagaimana pun kekuatan Kuripan waktu itu masih diperhitungkan, apalagi ada lima kerajaan kecil yang dipimpin oleh mantan Panglima kerajaan Tanjungpuri ada dibelakangnya. Untuk memuluskan rencananya Maharaja di Candi merayu Raja Kuripan agar mau mengawinkan putrinya dengan putranya, namun Raja Kuripan menolak, tidak putus asa Lambungmangkurat yang bertindak sebagai Mangkubumi menawarkan penggabungan kedua kerajaan dan mengangkat Putri Junjung Buih anak Raja Kuripan sebagai ratu Negaradipa. Akhirnya Raja Kuripan menerima tawaran tersebut dengan berbagai pertimbangan, walau banyak ditentang oleh para kerabat dan pejabat Kahuripan. Negaradipa pun memindahkan pusat kerajaan ke Kuripan. Atas keputusannya yang kontroversi itu membuat Raja Kuripan merasa bersalah dan akhirnya mengasingkan diri diikuti beberapa kerabat ke daerah Batu Piring (Paringin). Di Batu Piring Raja Kuripan mendirikan kerajaan kecil bernama Kerajaan Batu Piring dan saudara raja diangkat sebagai kepala pemerintahannya.

Walau pun Junjung Buih sudah diangkat menjadi Ratu di Negaradipa namun semua kebijakan tetap ditangan Patih Lambungmangkurat. Negaradipa ternyata kepanjangan tangan Majapahit di Pulau Kalimantan, Puteri Junjung Buih pun dinkahkan dengan Pangeran anak Raja Majapahit, bernama Raden Putra atau Pangeran Suryanata. Beberapa Pangeran Kuripan yang kecewa pergi meninggalkan Istana, namun diburu oleh pihak Negaradipa karena dikawatirkan akan melakukan pemberontakan. Para Pangeran melarikan diri ke daerah Batang Alai dan diangkat menjadi pemimpin di daerah tersebut. Merasa terancam Patih Lambungmangkurat memerintahkan menyerang daerah Banua Lima, yaitu Batang Alai, Batang Tabalong, Batang Balangan, Batang Hamandit dan Batang Tapin. Kerajaan Batu Piring sendiri luput dari penyerangan karena bersedia menjadi bagian dari kerajaan Negaradipa. Dibantu oleh pasukan Majapahit pimpinan Hulubalang Arya Megatsari dan Tumenggung Tatah Jiwa kelima daerah itu bisa ditaklukkan. Sementara Pangeran Kuripan berhasil diselamatkan oleh para Panglima dan disembunyikan di daerah Mangga Jaya (Wilayah Kec. Batang Alai Timur sekarang) di pegunungan Meratus. Daerah Mangga Jaya sendiri konon sulit ditaklukkan oleh Negaradipa beberapakali pasukan Negaradipa dikirim kesana namun tidak pernah berhasil menaklukkan daerah Manggajaya, sebab menurut legenda setempat di sana tempat berkumpulnya para Panglima Banua Lima yang sakti dan juga topografi daerahnya yang dikelilingi banyak pegunungan sehingga sangat bagus untuk sebuah tempat pertahanan.

Bahan/Sumber:
1.Tulisan Mudjahidin. S (Pemerhati Budaya dan Kebudayaan).
2.Hikayat Datu Banua Lima (Cerita Rakyat Hulu Sungai)
3.Hikayat Manggajaya (Cerita Rakyat Batang Alai)
4.Wikipedia (Ensiklopedia Bahasa Indonesia)
5. Tulisan Srikandi

Minggu, 27 Januari 2013

Ilmu Kesehatan Kuno Masa Raja Nasyruan Adil

Ilmu Kesehatan Kuno Masa Raja Nasyruan Adil ( Nursiwan/ Anushirawan the Just (انوشيروان دادگر, Anushiravān-e-dādgar) (531–579 M) Empire Sasanid Persia ) dan sikit Penjelasannya Guna Sunnah Nabi Muhammad saw tentang Makanan dan kesehatan.

Fasal ini sekali peristiwa tatkala masa pemerintahan Raja Nasyruan Adil, maka dihimpunkan empat orang tabib yang tahu; seorang dari benua Rom, seorang dari benua Hindustan, seorang dari benua Habsyah, dan seorang dari benua Iraq. Maka titah Raja Nasyruan pada mereka itu, "Hei kamu keempat tabib, pilih oleh kamu akan daku, suatu ubat yang tiada lagi akan datang penyakit padaku."
Maka sembah tabib dari benua Iraq, "Tuanku, bahawa diminum air hangat pagi-pagi tiga teguk tatkala belum makan, tiada lagi datang penyakit pada orang itu."
Maka sembah tabib dari benua Rom pula, "Tuanku, akan ubat segala penyakit, bahawa dibaham sehari sedikit pagi-pagi daripada jabar risyadah.8
Kemudian berdatang sembah pula tabib Hindustan, "Di¬makan tiap-tiap hari tiga biji buah kedekai (kedekik) yang hitam, tuanku."

Maka tabib benua Habsyah berdiam juga. Kemudian Raja Nasyruan pun bertitah, "Mengapa maka engkau diam?" Maka tabib benua Habsyah pun berdatang sembah, "Tuanku, sebabnya maka hambamu berdiam, kerana bersalahan sembah tabib yang tiga itu, tuanku."
Maka titah Raja Nasyruan, "Hei tabib Habsyah, betapa salahnya kata tabib yang tiga itu? Syahadan betapa benarnya; katakanlah kepada aku supaya kudengar."
Maka sembah tabib Habsyah, "Ya tuanku, air hangat itu jika diminum pagi-pagi, akan menghancurkan hati dan melembutkan mi’dah;9 Kerana sebab nan itu asalnya danpada darah, barangkali sampai kepadanya hangat, nescaya hancur olehnya. Adapun akan jabar risyadah, jika dimakan pagi-pagi menambah penyakit bernama safrawi, 10 ya tuanku. Adapun akan kedekai itu, jika dimakan pagi-pagi akan menambah pe¬nyakit bemama sadawi,11 ya tuanku."
Maka titah Raja Nasyruan, "Apa jua itu yang baik di makan?"
Maka sembah tabib Habsyah, "Ya Syah Alam, segala ubat yang terlebih utama daripada sekalian ubat, tiada lagi ada penyakit sertanya, bahawa jangan makan melainkan pada ketika lapar, barangkala makan jangan bahana kenyang; dan jangan minum air melainkan pada ketika dahaga, dan jika minum jangan bahana penuh. Dan jangan dihimpunkan makanan yang sama perangainya, seperti daging dan telur; kerana keduanya itu hangat. Dan jangan dihimpunkan me¬makan ikan dan susu; kerana keduanya itu sejuk. Dan jangan dihimpunkan memakan seperti buah kayu dan susu yang baru ditengger; kerana keduanya itu basah perangainya. Dan jangan makan makanan yang berlendir kurang masaknya. Dan jangan makan makanan yang sukar hancur atau liat, atau keras pada ketika memamah dia. Barangkala sukar pada ketika memamah, maka terlebih sukar lagi mi'dah mencerna¬kan dia. Dan jangan makan serta meminum air, biarkan dahulu supaya tetap makanan itu atas mi'dah, Dan jangan watti pada ketika tiada ghalib syahwat, dan jangan tidur barangkala tiada mengantuk. Inilah ya syah alam, ubat yang tiada kepadanya penyakit."
Maka sembah tabib yang tiga, "Sesungguhnya, seperti kata tabib Habsyah itu benar, ya syah alam."

(Sumber A Samad Said (Penyelenggara), Kitab Warisan Perubatan Melayu,2005, Pusat Dokumentasi Melayu, Dewan Bahasa dan Pustaka, Kuala Lumpur. Perpustakaan Universiti Malaya)

Faedah yang dapat didalam Hikayat diatas ialah :

1. Jangan Makan kecuali ketika lapar, dan jangan makan sampai lambung Kekenyangan, begitu juga dengan minum ini juga sesuai dengan sunnah Nabi Muhammad saw. Rosulullah memberikan contoh makan hanya jika lapar dan berhenti sebelum kenyang.

2. Jangan menghimpunkan/ mengumpulkan makanan yang sifatnya sama misal daging dan telur, karena makanan tersebut bersifat panas,,, begitu juga jangan menghimpunkan makanan yang bersifat dingin, misal susu dengan daging domba betina/ sapi . Karena akan mengganggu keseimbangan enzim pencernaan,

Dalam Ilmu kedokteran Islam, Sifat makanan dibedakan dua jenis yaitu bersifat Panas dan bersifat Dingin... Bersifat panas artinya memanaskan dan bersifat dingin artinya mendinginkan.... Contoh Makanan penghasil Panas adalah daging kambing, daging domba, hati, daging ayam, dan semua jenis ikan , susu, keju , mentega dan samin, lobak, bawang, miju-miju, daun prei, kacang merah, terung, kacang polong, cabai merah, cabai hijau, dan labu, jeruk, sitrun, murbei, kismis merah, kismis hijau, zaitun, anggur, dan buah labu; wijen badam , aprikot; kenari, minyak jagung, minyak wijen, caster oil, minyak mostar dan minyak lain lagi, teh hitam, kopi, kayu manis kapulaga , cengkih, jahe, adas, bumbu kari, madu, gula batu, semua makanan manis, dan garam, semua obat kimia.

Sementara itu yang termasuk kategori makanan dingin antara lain makanan mentah, tidak berasa, atau hanya sedikit manis, berasa asam, mengAndung banyak air, berwarna pucat, daN BErkontur lembut. Contohnya daging kelinci, daging domba betina, susu sapi , ASI, dan Margarin; selada, seledri, kecambah, bayam , kubis , brokoli, wortel, mentimun, tomat, buncis, dan lobak cina, melon, pir, kelapa, delima, dan pisang, beras merah, minyak bunga matahari, dan minyak kelapa, teh hijau, ketumbar, dan jintan putih, gula halus, dan cuka, makanan pahit dan asam.

Rosulullah SAW.menganjurkan Kombinasi makanan kurma (panas) dan Mentimun untuk menjaga kesetimbangan antara unsur panas dan dingin.

3. Dalam Makan Perhatikan Keseimbangan, misal jangan mengumpulkan makan-makanan yang sama-sama basah, atau makanan yang sama-sama keringnya,,, namun kombinasikan keduanya, basah dan kering,,, Misal kalau makan Biskut (kering) makan campurkan/ atau makan juga makanan yang basah misal Semangka,,,

Rosulullah SAW. selalu mencampurkan dua jenis makanan agar yang satu bisa menetralkan kekurangan yang lainnya.

4. Jangan makanan yang berlendir yang kurang masaknya,, contoh Ikan setengah matang , ikan dimasak yang matang....

5. Sehabis Makan jangan langsung minum,,, kebiasaan masyarkat kita sehabis makan langsung minum... beri waktu untu lambung untuk mencerna dulu,,, kalau langsung dimakan akan mengganggu kinerja enzim dan derajat keasaaman lambung dalam mencerna makanan,, ubahlah kebiasaan ini sedikit demi sedikit,,, minumlah setengah jam sebelum makan dan 1 jam sampai 1 setengah jam setelah makan.

6. Tidurlah ketika mengantuk, jangan tidur kecuali kalau sudah ngantuk

(Penjelasan bersumber dari buku Buku pintar Sehat Islami, Karya dr. Mohammad Ali Toha Assegaf. 2011 , Jakarta, Mizania)

Sekian Terima kasih..... Wassalam.... Tamat kalimat